Sinopsis Shine or Go Crazy Episode 6
Wang
So memberitahu Eun Chan para pejabat yang membeli barang yang sama
dengan Kim Jong Shik, mereka adalah para pejabat dari Barat, Salah
satunya adalah paman Wang So dan satunya lagi adalah keluarga Hwang,
mertuanya. Wang So meminta Eun Chan menyelidiki hal ini dengan baik dan
meminta Eun Chan mengikuti salah satu pejabat yang membicarakan uang
perak tempo hari.
Mereka
sudah mencapai tujuannya, apakah dengan begini Wang So sudah bisa
meninggalkan Kongsi Dagang Chunghae. Belum bisa, dia menemukan sesuatu
yang aneh dan meminta Eun Chan memberikan plat milik Kim Jong Shik, dia
membandingkan corak diplat itu dan sama persis dengan corak cermin milik
Shin Yool yang dia temukan di Chunghae, artinya itu berasal dari ahli
tembikar yang sama. Wang So harus mencari tahu siapa ahli tembikarnya
dari sana mereka bisa tahu siapa yang memesan plat yang terbagi menjadi
beberapa bagian tersebut.
Wang
Shik Ryum mendapat laporan tentang keberadaan Wang So di Chunghae,
sungguh… Wang So adalah orang yang tidak bisa di prediksi. Sewon akan
membawa assassin (si mata ular) untuk melihat apakah pangeran yang dia
maksud Wang So atau bukan.
Si
mata ular mengenali Eun Chan sebagai orang yang menyerangnya, tapi dia
bukan pangeran. Si mata ular ingin balas dendam, namun Sewon mencegahnya
dan berkata dia akan mengikuti Eun Chan. Si mata ular ditinggal
sendirian dan dia melihat Wang So masuk ke Kongsi Dagang Chunghae.
Diam-diam si mata ular langsung mengikuti Wang So hingga ke kamarnya.
Dia
masuk mengendap-ngendap setelah mendengar Wang So membaringkan dirinya
di kasur, namun anehnya Wang So tidak ada! Tentu saja, Wang So bukan
orang bodoh, dia tau ada orang yang mencoba masuk ke dalam kamarnya, dia
bersembunyi dan menyerang si mata ular. Wang So langsung mengenali si
mata ular itu dan mereka terlibat dalam sebuah pertarungan.
Shin
Yool yang melihat si mata ular masuk ke kamar Wang So menjadi sangat
cemas, dia membuka kamar Wang So dan membuat Wang So kaget, dia langsung
menutup wajah si mata ular dan kembali menutup pintu kamarnya. Wang So
segera pergi dari kamarnya membuat si mata ular mengikutinya, dia
berlari sejauh mungkin dari Chunghae, namun Shin Yool mengejarnya
diikuti oleh Kyung yang mengejar Shin Yool.
Setelah
berhasil menghindar dari kejaran Shin Yool, Wang So dan si mata ular
kembali berkelahi. Saat tahu jika si mata ular mengetahui identitasnya
sebagai pangeran, maka Wang So lebih keras menghadang si mata ular dan
sata Shin Yool menemukannya Wang So berhasil melumpuhkan si mata ular
tapi langsung membawanya kabur dari hadapan Shin Yool yang kembali
mengejarnya.
Wang
So berhasil menghindari Shin Yool dan bertemu dengan Eun Chan yang
melapor jika ada yang mengikutinya. Eun Chan kaget melihat si mata ular
yang tewas tertusuk senjata rahasiannya. Dan saat Eun Chan tahu jika si
mata ular mengetahui identitas Wang So, dia meminta Wang So segera
keluar dari Chunghae, tapi Wang So menolak. Dia harus mencari siapa ahli
tembikar yang membuat cermin itu. Eun Chan akan membereskan mayat si
mata ular tapi Wang So melarangnya, dia malah dengan sengaja menuliskan
bahwa dia tahu siapa pembunuh raja pertama.
Shin
Yool yang tak berhasil menemukan Wang So menjadi sangat cemas, apalagi
saat dia melihat kamar kosong Wang So. Tanpa Shin Yool sadari Wang So
sudah kembali dan sedang memikirkan cara untuk menghindari dari
pertanyaan tentang si mata ular. Tentu saja itu tidak mudah, bahkan saat
Wang So beralasan tadi itu adalah pria yang ditemui Gaebong di pulau
dan dia sesekali latihan dengannya. Shin Yool malah marah dan berkata
agar Wang So melupakan pekerjaannya sebagai ahli pedang yang
menyedihkan.
Wang
So berkata dia sedang berpikir untuk jadi penjual cermin pemberian Shin
Yool, dia meminta Shin Yool menunjukkan catatan penjualannya pasti ada
nama pembuatnya kan? Tidak ada. Tapi Shin Yool tahu siapa pembuatnya,
dia akan memberitahu Wang So jika dia lulus ujian. Wang So girang luar
biasa, namun… ada yang aneh…
Wang
So heran mengapa seorang Gaebong malam-malam datang ke kamarnya?
Apakah dia tidak menemui istrinya? Shin Yool berkata dia berpisah
dengannya sejak hari pertama pernikahan, aaahh.. itu sebabnya dia
memerlukan teman untuk minum? Wang So kemudian curiga jangan-jangan
Gaebong menyukainya ya? Shin Yool jadi kesal dan menendang Wang So,
sambil memberikan bahan ujian, dia berkata dia hanya ingin memberikan
hal itu. Shin Yool pun segera pergi.
Sewon
ternyata sejak tadi memperhatikan Wang So dan Eun Chan dari jauh. Dia
mengambil pesan Wang So dan memberikannya pada Wang Shik Ryum. Sewon
merasa yakin jika pemimpin Penjaga Rahasia raja adalah Wang So. Wang
Shik Ryum terlihat sangat kesal, Wang So lagi Wang So lagi. Mereka harus
memanggil Wang Wook dan mengusulkan Pertarungan para Pangeran. Tapi
sebelumnya mereka harus menjauhkan Wang So dari Raja Jungjong.
Esoknya
Wang Shik Ryum pergi ke istana untuk menemui Ratu lama, ibu Wang So dan
Raja. Wang Shik Ryum bercerita tentang Wang So yang sering mengunjungi
istana dan berbincang dengan Raja. Wang Shik Ryum hanya mengkhawatirkan
keadaan Raja. Ratu yang memang membenci Wang So tampak tidak senang
mendengarnya, dan trik Wang Shik Ryum ini manjur. Wang So benar-benar
tidak diijinkan masuk menemui raja atas perintah Ratu lama padahal Raja
sedang galau luar biasa karena pertentangan yang terjadi di pemerintahan
tentang pemindahan ibu kota yang diusulkan Wang Shik Ryum.
Bahkan
Wang Shik Ryum dan para bangsawan pendukungnya mengusulkan untuk
mengadakan kompetisi pangeran sebagai perayaan pindahnya ibu kota. Raja
kesal dan berkata putranya bahkan masih kecil. Tentu saja bukan
Pangerannya yang akan berkompetisi, tetapi para pangeran, putra Raja
pertama. Raja langsung tegang, sepertinya dalam ajang kompetisi pangeran
tersebut ada maksud tersembunyi.
Wang
So mendengar rencana kompetisi pangeran tersebut dari Shin Yool dkk
yang sedang membahas tentang mereka yang akan bersiap mengirimkan
barang-barang untuk acara tersebut. Wang So kagum pada Kongsi dagang
Chunghae yang bisa tahu dengan cepat apa yang sedang terjadi diistana,
mereka pasti memiliki banyak mata-mata di istana.
Tapi…
mereka tidak mengerti tentang kompetisi pangeran itu, Wang So pun
menjelaskannya dengan sangat rinci, intinya sih kompetisi para pangeran,
putra raja Taejo dalam berbagai bidang, namun di balik itu ada maksud
tersembunyi para bangsawan. Mereka menyalah artikan kompetisi tersebut
sebagai ajang pencarian Raja selanjutnya. Baek Myo sampe takjub melihat
penjelasan Wang So, dia tampak seperti seorang pangeran beneran. *ya
memang ;p*
Wang
So cemas mendengar hal ini, apalagi dia juga dilarang datang ke istana.
Wang So jadi galau dan merenung sendirian dia bertanya pada langit
sambil memanggil-manggil sang Ayah. Apakah jalan yang dia tempuh sudah
benar? Apa sebenarnya tujuan Wang So melakukan hingga sejauh ini?
Shin
Yool datang dan berpikir jika Wang So bersedih karena malam itu adalah
malam terakhirnya di Chunghae, besok adalah hari kompetisi. Sebenarnya
Wang So bahkan tidak ingat tentang hal itu, tapi dia mengiyakan saja.
Dia bertanya apakah Gaebong akan sedih karena kepergiannya? Shin Yool
terpaku mendengarnya, namun dia pura-pura sama sekali tidak sedih. Wang
So kemudian berkata, dia berharap Gaebong sedih karena dia pergi, dia
berharap Gaebong merasa kosong setelah kepergiannya, karena Wang So akan
sedih meninggalkan Chunghae.
Sementara
itu, Wang Wook berlatih dengan keras untuk kompetisi pangeran setelah
pertemuannya dengan Wang Shik Ryum, namun... sepertinya dia berlatih
tertalu keras hingga tak terkendali dan hampir melukai pelayan yang
menjadi teman berlatihnya jika saja Yeo Won tidak menghentikannya.
Yeo
Won tahu usaha adiknya untuk menang, dia memang harus berusaha sangat
keras. Wang Wook merasa heran, Wang Shik Ryum pun berkata bahwa
kompetisi ini tidak akan mudah. Padahal kan saingannya adalah
adik-adiknya yang secara kualitas berada di bawah Wang Wook. Apakah Wang
Wook pikir mereka saja lawannya. Apakah Wang Wook tidak berpikir jika
Wang So juga akan mengikuti kompetisi itu? Yeo Won mengatakan jika dia
mendapat informasi sepertinya Wang So adalah pemimpin dari kelompok yang
membunuh Kim Jong Shik. Apakah Wang Wook mengerti hal itu? Artinya Wang
So akan menjadi lawan terberat dari Wang Wook. Kenyataan tersebut cukup
mengagetkan bagi Wang Wook.
Hari
ujian pun tiba, Chunghae tutup untuk hari itu, namun Wang Wook datang
karena ingin membicarakan seuatu dengan Shin Yool. Padahal Shin Yool
sedang mengawas ujiannya Wang So, tentu saja Baek Myo tetap memaksanya
untuk menemui Wang Wook dan berjanji untuk menggantikan Shin Yool
menjadi pengawas ujian. Baek Myo mengingatkan agar Shin Yool menemui
Wang Wook dengan pakaian wanitanya.
Terlambat.
Wang Wook terlanjur memergoki Shin Yool yang berpakaian pria. Bahkan
sebenarnya untuk sesaat Wang Wook berpikir Shin Yool memiliki saudara
kembar. Tidak membuang waktu, Shin Yool pun berbicara dengan Wang Wook
dalam pakaian prianya, dan berkata sesekali dia senang berpenampilan
seperti itu karena merasa lebih nyaman.
Apa
tujuan kedatangan Wang Wook? Dia ingin Shin Yool membantunya untuk
mempersiapkan keperluannya dalam kompetisi pangeran. Tentu saja, Shin
Yool dengan senang hati membantu Wang Wook, dia bahkan akan mendukung
Wang Wook untuk memenangkan kompetisi tersebut. Sebagai imbalannya dia
ingin Wang Wook mengajaknya ke perpustakaan istana. Wang Wook pun
menyetujuinya.
Di
tengah pembicaraannya dengan Wang Wook, Shin Yool mendengar teriakan
Wang So yang memanggil-manggil Gaebong, merasa tidak konsen lagi, Shin
Yool pun pamit pada Wang Wook untuk keluar, dia menemui Wang So yang
dengan bangga mengatakan jika dia telah lulus ujian. Shin Yool bangga
luar biasa, hingga dia tidak sadar Wang Wook melihat keakraban Shin Yool
dan Wang So drai kejauhan. Bahkan saat Shin Yool berpakaian sebagai
pria pun, Wang Wook bisa melihat, jika Shin Yool adalah wanita yang
sangat menganggumi kakak sekaligus kakak iparnya itu.
Wang
So mengucapkan salam perpisahan pada Shin Yool dkk. Baek Myo yang
paling bahagia melihat Wang So akan pergi, Gyu Dal berkata bahwa dia
akan menerima kapan saja Wang So kembali ke Chung Hae. Gyang Myung
berkata dia tahu Wang So bukanlah orang yang lemah dan tidak berguna
meskipun Wang So tidak memperlihatkannya. Shin Yool tidak berkata
apapun, dia pergi mengantar Wang So sampai ke tengah kota dan
menunjukkan alamat pembuat cermin yang dia berikan.
Shin
Yool menjelaskan pada Wang So keadaan Rakyat Goryeo yang tersiksa
karena ulah para pejabat yang seenaknya menaikan harga barang-barang
pokok dan memberatkan pajak terhadap rakyat. Kematian Kim Jong Shik yang
menguasi perdagangan garam membuat harga garam turun, namun siapa yang
menjamin harganya tidak akan naik lagi. Saat ini monopoli garam sedang
menjadi rebutan para bangsawan yang ingin mendapatkan uang lebih banyak.
Begitulah kondisi Goryeo, jadi Shin Yool berharap Wang So berhentin
menjadi seorang pendekar dan mulai memikirkan masa depannya dengan
melakukan perdagangan.
Kata-kata
Shin Yool membuka mata Wang So, tapi bukan karena dia ingin berhenti
menjadi pendekar, tapi mengembalikan tekad kuatnya untuk memburu para
pejabat yang menyengsarakan Rakyat Goryeo. Hal tersebut semakin
memperkuat keyakinannya untuk melanjutkan perjuangannya selama ini.
Saat
akan melakukan salam perpisahan, Wang So menahan Shin Yool. Mereka
tidak bisa berpisah begitu saja, Wang So ingin menjadikan Gaebong
orangnya. Dia membawa Shin Yool ke sebuah tugu dan mengatakan ingin
saling mengangkat saudara dengan Gaebong. Awalnya Shin Yool menolak,
namu setelah mendengar perasaan tulus Wang So terhadap Gaebong yang akan
sangat merasa kehilangan setelah mereka berpisah, Shin Yool pun setuju.
Saat mereka mengucap janji, Shin Yool ogah-ogahan, Wang So pun meminta
Gaebong melakukannya dengan lebih tulus, kata-kata Wang So mirip dengan
yang pernah Shin Yool ucapakan di hari upacara pernikahan mereka 5
tahun lalu, itu membuat Shin Yool terharu.
Wang
So memeluk Shin Yool setelah mengucap janji sebagai adik kakak. Wang So
merasa aneh, namun dia bisa mengabaikannya, namun lain halnya dengan
Shin Yool. Pelukannya dengan Wang So membuatnya sangat berdebar, bahkan
setelah dia kembali ke Chunghae, bahkan Baek Myo cemas jika Nona nya
kembali sakit. Selalu saja begini setelah Shin Yool berurusan dengan
Wang So.
Wang
Wook sangat terganggu dengan keakraban Shin Yool dan Wang So, dia
latihan dengan sangat keras sambil memikirkan kedekatan Wang So dengan
Shin Yool. Tekadnya semakin kuat, dia harus memenangkan kompetisi ini
agar dia bisa menjadi Raja.
Wang
So bertemu dengan Yeo Won yang mempertanyakan keberadaan Wang So
setelah upacara di pulau saat hari kematian Kim Jong Shik. Wang So
menjawab dia pergi ke Wolryangwol. Yeo Won tahu Wang So berbohong,
karena menurut mata-matanya hari itu Wang So tidak pergi ke sana. Yeo
Won sepertinya tampak yakin bahwa Wang So lah pemimpin kelompok yang
membunuh Kim Jong Shik.
Mereka
kemudian membicarakan tentang kompetisi pangeran. Mengapa keluarga
Hwang begitu bersemangat untuk mendukung acara tersebut. Tentu saja,
bukan kah acara itu akan menentukan siapa yang akan menjadi raja
selanjutnya? Wang So marah mendengarnya, karena mereka menyalah artikan
tradisi itu.
Wang
So benar-benar harus memikirkan cara untuk bisa masuk ke dalam istana
secara diam-diam, dia pun teringat pada Chunghae yang akan mempersiapkan
segala keperluan kompetisi istana itu. Wang So menyampaikan pesan pada
Raja lewat Eun Chan bahwa Wang Soo akan datang ke perpustakaan kerajaan,
bagaimanapun caranya.
Hari
dimana Chunghae akan membawakan barang-barang istana, Wang So datang ke
Chunghae dan Shin Yool menyambutnya dengan suka cita sambil
memanggilnya Hyung, hahaha… Wang So meminta ijin untuk ikut ke istana,
tanpa rasa curiga, Shin Yool dan Gaebong mengijinkannya untuk ikut.
Selama perjalanan Shin Yool terus menempel pada Wang So, bahkan ketika
mereka tiba di Istana.
Saat
mereka diijinkan untuk beristirahat, Wang So mengambil kesempatan itu
untuk diam-diam pergi ke perputakaan istana, namun Shin Yool melihat hal
itu dan langsung minta ikut, karena dia pun ingin pergi kesana,
meskipun ada keluarga istana yang sudah berjanji akan membawanya kesana.
Siapa yang Shin Yool maksud? Seorang pangeran, adik raja yang tampan.
Wang So jadi kesal, memang ada yang lebih tampan dari dirinya. Tentu
saja, dia lebih tampan. Wang So nomor dua, hahaha (setuju banget sama
Shin Yool ;p) Karena Shin Yool terus menempel padanya, mau tak mau pun
mengajak Shin Yool bersamanya.
Demi
keselamatan mereka berdua, Wang So berinisiatif bahwa mereka harus
menyamar. Wang So membawa dua pakaian, satu pakaian pegawai istana, satu
lagi pakaian dayang, ups! Saat Wang So berpikir dia yang akan memakai
pakaian dayang itu, Shin Yool merebutnya dan berkata mungkin itu akan
kekecilan di badan Wang So.
Shin
Yool tampak ragu harus bertukar pakaian di ruangan yang sama dengan
Wang So, tapi mereka juga tidak bisa keluar karena takut ketahuan, Shin
Yool pun berbalik dan berusaha secepat mungkin untuk bertukar pakaian.
Saat Wang So berbalik, dia sangat terkejut melihat Shin Yool yang
berpakaian seperti wanita. Mengapa Gaebongnya terlihat sangat cantik??
***
Dimataku
Shin Yool benar-benar tampak seperti wanita tomboy, heran deh Wang So
bisa percaya jika Shin Yool itu pria, apa karena adegan saat dia
mengintip orang mandi yang dia kita Gaebong itu yah? Padahal kan orang
itu Kyung, hahahah…
Sudah
aku duga si mata ular akan mati, tapi ternyata akhirnya Wang Shik Ryum
tahu jika musuhnya adalah Wang So, kira-kira kapan giliran Wang So tahu
jika dalang dari pengkhianatan terhadap Raja itu adalah pamannya
sendiri, apa yah kira-kira yang akan di lakukan Wang Shik Ryum terhadap
Wang So…
Oh
iyaaa… aku lupa… di episode 6 ada Scene yang tidak sempat aku bahas,
Scene Raja yang diberi racun oleh orang suruhan Wang Shik Ryum, sekali
lagi aku di buat takjub oleh drama ini… Setelah racun yang tidak
terdeteksi yang di dapat oleh Raja Taejo, sekarang pemberian racun pada
Raja Jungjong, bukan lewat makanan, tapi lewat surat laporan kerajaan
yang biasa di baca Raja…. Kereeen >.< baru nemu aku cara
ngeracun yang seperti ini di drama saeguk, racunnya di tebarkan di surat
laporan itu dan akhirnya terhisap oleh Raja… pastinya itu racunnya
tidak akan langsung bekerja, perlahan… lahan… merusak tubuh Raja hingga
tak ada lagi cara untuk menolongnya…
Api
cemburu Wang Wook sepertinya mulai berkibar yah… dia terus kepikiran
kedekatan Wang So dan Shin Yool, sampai pas latihan pedang jadi tidak
terkendali. Apa yang membuatnya marah? Apakah karena Kakak Iparnya
dekat-dekat dengan gadis lain selain istrinya? Ataukah karena lagi-lagi
dia merasa wanita pujaannya hatinya direbut lagi keluarganya, dulu
Ayahnya, sekarang kakaknya… kasian sekali Wang Wook ini. Meksipun aku
masih mempertanyakan perasaan Wang Wook pada Shin Yool apakan dia ada
rasa pada Shin Yool hanya karena dia mirip kekasihnya ataukan memang
tulus?
bersambung